Suranta

Selamat datang di Blog Suranta, untuk informasi anda dapat menghubungi melalui email : surantakidul@yahooo.co.id atau melalui www.surantakidul.blogspot.com saran anda kami tunggu...terimakasih

Lurah Penjaringan Mengucapkan

Kritik & Saran Yang Membangun Kami Tunggu Untuk Kemajuan Bersama

Rabu, 22 Mei 2013

LURAH YANG SELALU INGIN DEKAT DENGAN WARGANYA



                   Lurah Rawa Badak Utara tidak pernah menjaga jarak antara beliau sebagai seorang pejabat dengan warganya, tetapi selalu membuat suasana akrab baik dengan anak muda maupun dengan para lansia atau orang tua, sikap dan prilaku santun selalu di perlihatkan dengan penuh keakraban.

                  Masyarakat yang sering datang ke Kantor Kelurahan Rawa Badak Utara bisa merasa dekat dengan lurahnya karena Suranta lebih banyak duduk di ruangan pelayanan umum ketimbang di ruangan lurah dan saat di konfirmasi penulis beliau menyampikan “Saya memang jarang duduk di ruangan saya bahkan seminggu sekali saja tidak mungkin dalam satu bulan hanya dua atau tiga kali saja duduk di ruangan saya itupun tidak pernah lama, Saya lebih suka duduk di ruangan pelayanan umum atau di bangku antrian jadi sambil tandatangan surat, KTP, KK saya bisa sekalian ngobrol sama warga supaya tahu persoalan dan permasalahan warga satu persatu inikan memudahkan saya untuk membantu mereka, mengevaluasi kinerja pelayanan kelurahan kepada masyarakat dan meberikan solusi disaat mereka ada permasalahan dalam mengurus sesuatu di Kantor Kelurahan Rawa Badak Utara” ujar Suranta, bahkan apabila pelayanan lagi banyak Suranta sering duduk di bangku antrian tanpa memakai atribut lurah, terkadang ada warga yang tidak mengenali siapa yang diajak ngobrolnya ini semua di lakukan sengaja untuk membuat masyarakat nyaman duduk dan ngobrol didekatnya, tua maupun muda tidak ada bedanya tetap dibuat suasana kekeluargaan.

               Sebuah cerita tentang Lurah Rawa Badak Utara Suranta yang penulis saksikan sendiri karena waktu itu penulis sedang berada di pelayanan KTP, Pernah suatu hari, saat pelayanan sedang ramai Suranta sehabis kegiatan senam di Kecamatan Koja beliau tidak melepas treningnya tetapi langsung ke pelayanan umum duduk di tengah-tengah antrian warga, beliau mengajak ngobrol salah seorang Ibu yang usianya lebih tua dari Suranta dan Ibu tersebut menjadi simpatik lalu curhat dengan segala keluhan di lingkungan dan keluarganya, tetapi tidak tahu kalau yang di ajak ngobrol itu lurah, setelah selesai datanya di proses sebelum pulang warga tersebut nanya “pak saya dari tadi duduk di sini belum ngeliat pak lurah datang, padahal inikan udah siang” lalu suranta bertanya “memangnya ibu udah tahu lurahnya” terus warga jawab lagi “belum, biasnya kan yang namaanya lurah ciri-cirinya pakean coklat terus ada jengkolnya di dada, pokonya necis (eklusif), ya namanya juga pejabat, kan beda dengan kita ya pak”, Suranta tidak marah beliau menjawab sambil senyum “mungkin lurahnya lagi ada rapat kalih bu, sekarang yang penting segala urusan ibu mengenai pelayanan tidak ada hambataan kan?, nanti kalau ada permasalahan mengenai pelayaanan maupun kelurahan ibu dateng aja kesini cari saya, saya selalu ada di sini” karena merasa di bantu warga tersebut bertanya kembaali “bapak namanya siapa” suranta menjawab “Saya Suranta” lalu warga tersebut salaman balik badan untuk pulang, tetapi baru saja kira-kira tiga langkah ada yaang teriak menegur Suranta dari masyarakat yang lain yang sudah mengenalinya “Assalamu’aalaikum Pak Lurah” lurah menjawab “Waalaikum Salam” ibu tadi yang baru mau pulang nengok dan kaget baru tahu setelah di tegur warga lain kalau yang dari tadi ngobrol lama dan ngebantu bawain berkas ke dalam pelayanan umum itu lurahnya, ibu tersebut balik lagi dan laangsung minta maaf atas ucapannya tadi sambil terharu karena selama ini baru sekaarang merasa dekat dengan Lurah Rawa Badak Utara. 

                Sebagai seorang pamong yang menjadi pengayom bagi masyarakat, Suranta harus tau kebiasaan dan persoalan warga, baik persoaln pengurusan administrasi maupun persoalan di lingkungan, bahkan sering bercanda gurau dengan nenek-nenek, hasilnya masyarakat merasa nyaman sambil menunggu datanya di proses oleh petugas pelayanan umum.




Posting Komentar